Selasa, 27 Desember 2011

TEKANAN DARAH


PENDAHULUAN

Darah merupakan cairan dalam tubuh yang terdiri dari plasma darah dan sel darah. Darah beredar di seluruh tubuh dengan sistem sirkulasi, Tekanan darah berganti  pada volume aliran darah, pada daya tahan dinding pembuluh dan beberapa jauh dinding pembuluh itu dari jantung. Kontraksi ventrikel kiri dari jantung mendorong darah ke dalam aorta. Jadi memproduksi tekanan pada dinding pembuluh yang ditransfer ke arteri besar tubuh selama darah mengalir melaluinya.
Tekanan darah adalah kekuatan yang digunakan oleh darah melawan dinding pembuluh darah. Darah mengalir tanpa  tahanan dalam semua pembuluh besar sirkulasi, tetapi tidak demikian halnya dengan aliran didalam arteriol dan kapiler, dimana tahanannya cukup besar. Agar dapat mengalir melaluinya, jantung memompa kedalam arteri dengan tekanan tinggi , biasanya pada tekanan sistolik sekitar 120 mmHg dalam sistem sistemik  dan 22 mmHg dalam sistem sirkulasi paru.

I. GAMBARAN TEKANAN DARAH YANG NORMAL

Tekanan digunakan bilamana ventrikel yaitu tekanan sistole yang bila diukur pada bagian atas lengan seseorang yang masih muda rata-rata hampir 120 mmHg, setelah serabut-serabut elastis di dinding  pembuluh telah diregangkan lalu mengerut kembali untuk menjaga tekanan diastole, selama ventrikel diastole. Pada waktu ini rata-rata orang muda hampir  80 mmHg.
Tekanan urat nadi berbeda dengan sistole dan diastole. Rata-rata 40 mmHg. Tekanan darah rata-rata sekitar 100 mmHg. Pada umumnya tekanan sistole dan diastole lebih tinggi pada laki-laki muda daripada wanita muda . tetapi antara umur 20-74 tahun tekanan sistole meningkat sekitar 20 mmHg pada laki-laki dan 43 mmHg pada wanita . sedangkan tekanan diastole relatif stabil. Dari kira –kira umur 43 tahun ke atas  rata-rata tekanan darah wanita biasanya meningkat pada umur yang sama pada laki -laki .


II. HUBUNGAN ANTARA TEKANAN, ALIRAN  DAN TAHANAN

Aliran melalui sebuah pembuluh darah ditentukan oleh faktor :
1.     perbedaan tekanan yang cenderung mendorong dan melalui pembuluh tersebut
2. rintangan terhadap aliran darah melalui pembuluh tersebut yang disebut tahanan vaskular. 
                                          perbedaan tekanan

                                                                                         p2
                        p1


 
                                                    tahanan                      aliran   darah

Gambar  1: HUBUNGAN ANTARA TEKANAN, ALIRAN  DAN TAHANAN
Gambar 1 memperlihatakan suatu segmen pembuluh darah yang terletak dimana pun juga dalam sistem sirkulasi
P1 = tekanan pada permulaan pembuluh
P2 = tekanan pada ujung lain pembuluh
Aliran melalui pembuluh dihitung dengan rumus :
                              
                                                                Q  = aliran
                Q =       P                                  p  = perbedaan tekanan ( p1-p2 )
                           R

Perbedaan tekananlah yang menentukan kecepatan aliran bukan tekanan absolut dalam pembuluh tersebut. Tekanan darah berarti tenaga yang digunakan oleh darah terhadap setiap satuan daerah dinding pembuluh. Diukur dalam mm air raksa / mmHg. 
Aliran darah adalah jumlah darah yang melalui suatu titik tertentu dalam sirkulasi dalam suatu periode tertentu. Aliran darah dalam sirkulasi orang dewasa pada waktu istirahat sebesar 5000 ml permenit dan ini disebut curah jantung (cardiac output ) karena merupakan jumlah darah yang dipompa oleh jantung dalam suatu unit tertentu. Alat untuk mengukur aliran darah disebut Flowmeter. Jenisnya dapat berupa Flowmeter elektromagnet dan flowmeter Doppler ultrasonik.
Tahanan adalah rintangan terhadap aliran darah di dalam pembuluh darah. Pengukurannya tidak secara langsung namun dihitung dari pengukuran aliran darah dan perbedaan tekanan dalam pembuluh tersebut.


III. TEKANAN ARTERI RATA-RATA DAN TEKANAN NADI

Tekanan arteri rata-rata adalah tekanan rata-rata di seluruh siklus denyut jantung. Tekanan arteri biasanya tetap lebih dekat ketingkat diastolik daripada ke tingkat sistolik selama sebagian terbesar siklus tersebut.  Tekanan arteri rata-rata biasanya sedikit kurang daripada rata-rata dari tekanan sistolik dan diastolik, seperti terlihat pada gambar 2.  Jadi tekanan arteri rata- rata adalah tekanan rata-rata yang cenderung untuk mendorong darah melalui sistem sirkulasi sistemik.
Ada dua faktor utama yang mempengaruhi tekanan nadi yaitu :
1.     pengeluaran isi sekuncup jantung
2.    ‘ compliance ‘ percabangan arteri

faktor lain yang kurang penting yaitu sifat ejeksi jantung selama sistole.
                         
    Gambar 2 
         
Makin besar isi sekuncup, maka makin besar jumlah darah yang harus ditampung di dalam percabangan arteri pada step denyut jantung, dan makin besar pula kenaikan tekana selama sistole dan penurunan tekanan selama diastole, jadi tekanan nadi besar.
Sebaliknya  makin besar ‘compliace’ system arteri , makin sedikit kenaikan tekanan untuk suatu volume darah sekuncup tertentu yang dipompakan ke dalam arteri. Oleh karena itu, setiap keadaan sirkulasi yang mempengaruhi salah satu faktor ini akan mempengaruhi tekanan nadi.


IV. METODE KLINIS UNTUK MENGUKUR TEKANAN SISTOLIK DAN DIASTOLIK

Metoda yang umum digunakan yaitu auskultasi. Suatu manset yang dapat berkembang  (manset Riva-Rocci) yang dihubungkan dengan manometer air raksa  (sfigmomanometer) dililitkan pada lengan atas dan stetoskop diletakan diatas arteria brachialis pada siku.
Manset dikembangkan sampai tekanannya diatas tekanan sistolik arteria brachialis yang diperiksa. Arteri terbendung oleh manset, dan tidak ada suara yang terdengar dengan stetoskop. Tekanan manset diturunkan perlahan pada titik dimana tekanan sistolik  dalam arteri tepat melebihi tekanan manset , semburan darah berjalan melaluinya pada tiap-tiap denyut jantung dan singkron dengan tiap-tiap denyut, bunyi ketukan terdengar dibawah manset. Tekanan manset dimana bunyi pertama kali terdengar adalah tekanan sistolik.
Bila tekanan diturunkan lagi, bunyi menjadi lebih keras, lalu peka dan pudar, akhirnya pada sebagian individu bunyi menghilang. Ini disebut bunyi korotkow. Bila tekanan darah diukur secara langsung secara simultan, tekana diastole mempunyai korelasi yang lebih baik dengan tekanan dimana bunyi menjadi pudar daripada tekanan dimana bunyi menghilang. Dalam pengukuran, manset harus terletak setinggi jantung untuk memperoleh tekanan yang tidak dipengaruhi gravitasi.


V. PENGATURAN TEKANAN ARTERI

Setiap jaringan dapat mengatur aliran darahnya sendiri dengan hanya membesarkan atau mengecilkan arteriol setempatnya. Agar mekanisme ini dapat berkerja, perlu agar tekanan arteri tetap konstan atau hampir konstan. Sistem sirkulasi mempunyai mekanisme untuk mempertahankan tekanan arteri rata-rata yang normal pada dewasa muda antara 90 mmHg dan 110 mmHg. Mekanisme pengaturan dapat berlangsung cepat (mekanisme saraf dan hormonal) dan sangat lambat (mekanisme pengaturan fungsi ginjal dan volume darah)
Bila seseorang kehilangan banyak darah dan tekanan darahnya turun drastis, maka tubuh harus mengembalikan tekanan arteri dengan cepat ke suatu nilai yang cukup tinggi sehingga dapat bertahan hidup selama masa pendarahan akut. Dan harus mengembalikan volume darah ke tingkat normal agar sirkulasi normal.

a.   Mekanisme pengaturan tekanan yang bekerja dengan cepat
Beberapa mekanismenya merupakan mekanisme umpan balik saraf, mulai bereaksi dalam beberapa detik. Bila terjadi tekanan yang abnormal maka garis pertahanan yang pertama dibantu oleh mekanisme saraf untuk mengatur tekanan arteri. Dalam beberapa menit mekanisme pengontrol tekanan lain  juga bereaksi diantaranya vasokonstriktor renin-angiotensin dan pergeseran cairan melalui kapiler dari jaringan ke dalam atau keluar dari sirkulasi  untuk mengatur kembali volume darah sesuai keperluan. Kedua mekanisme ini aktif penuh dalam 30 menit sampai beberapa jam sedangkan mekanisme saraf aktif penuh dalam semenit.
Mekanisme hormonal yang mengatur tekanan arteri antara lain :
1.     mekanisme vasokonstriktor norepinefrin-epinefrin
2.    mekanisme vasokonstriktor renin-angiotensin

b.  Mekanisme pengaturan tekanan arteri jangka panjang
Melibatkan pengaturan volume darah dengan efek akibatnya pada tekanan darah dan sebagian mekanisme ini melibatkan pengaturan fungsi ginjal oleh beberapa system hormon yang berbeda.

Mekanisme vasokonstriktor norepinefrin-epinefrin
 Pelepasan norepinefrin dan epinefrin oleh medula adrenal ke dalam darah yang disebabkan perangsangan susunan saraf simpatis, akan merangsang jantung, menyempitkan kebanyakan pembuluh darah dan menyempitkan vena-vena. Oleh karena itu, berbagai refleks yang mengatur tekanan arteri dan merangsang susunan saraf simpatis menyebabkan tekanan meningkat dengan 2 cara : dengan perangsangan sirkulasi secara langsung dan dengan perangsangan tidak langsung melalui  Pelepasan norepinefrin dan epinefrin kedalam darah.

Mekanisme vasokonstriktor renin-angiotensin
Angiotensin merupakan vasokonstriktor yangpangkuat yang sudah diketahui. Satu per sepuluh juta gram saja dapat meningkatkan tekanan arteri sebesar 10-20 mmHg dalam beberapa keadaan. Bila aliran darah melalui ginjal berkurang, sel-sel jukstaglomerulus (sel-sel yang terleak didalam dinding arteriol aferen tepat proksimalglomerulus) mengesresikan renin ke dalam darah. Renin sendiri merupakan enzim yang memecahkan utama salah satu protein plasma, yang disebut substrat renin, untuk melepaskan dekapeptida angiotensin I. Renin tersebut menetap di dalam darah selama 30 menit dan terus menyebabkan pembentukan angiotensin I selama waktu tersebut.
Dalam  beberapa detik setelah pembentukan angiotensin I, dua asam amino tambahan dipecah darinya membentuk oktapeptida angiotensin II. Konversi ini terjadi hampir menyeluruh dalam pembuluh darah paru-paru yang kecil, dikatalis oleh suatu enzim yang disebut “converting enzim “. Angiotensin II menetap di dalam darah selama satu menit tetapi cepat di non-aktifkan oleh berbagai enzim darah dan jaringan yang secara bersama-sam disebutangiotensinase.
Secara keseluruhan skema pembentukan angiotensin dan efek angiotensin II pada tekanan arteri dilukiskan dalam gambar 3.
. Efek penting angiotensin yang dihubungkan dengan pengaturan tekanan arteri antara lain :
1.     ia menyebabkan konstriksi yang jelas pada arteriol perifer
2.    ia menyebabkan konstriksi moderat pada vena-vena, dengan demikian menurunkan volume vaskular dan juga menurunkan ‘compliance’ vaskular
3.    ia menyebabkan konstriksi arteriol ginjal, sehingga menahan air dan garam jadi meningkatkan volume cairan tubuh, yang membantu meningkatkan tekanan arteri
Vasokonstruksi terutama dari arteriol dan dalam tingkat yang lebih rendah dari vena pada saat yang sama. Konstriksi arteriol meningkatkan tahanan perifer dan dengan demikian meningkatkan tekanan arteri kembali normal.


PENURUNAN TEKANAN ARTERI

RENIN (Ginjal)

                         SUBSTRAT RENIN                                                               ANGIOTENSIN I
                           (Protein Plasma)
                                                                                                        ‘Converting enzym’
                                                                                                                                  (paru-paru)
     
      ANGIOTENSIN II
                                                                                                 Angiotensin (dinon-aktifkan)
      VASOKONSTRIKSI


 
PENINGKATAN TEKANAN ARTERI

Gambar 3 : mekanisme vasokonstriktor renin-angiotensin untuk mengatur tekanan arteri


Efek angiotensin yangyang berhubungan dengan volume cairan tubuh yaitu :
1.     penurunan eksresi garam dan air
2.    merangsang sekresi aldosteron oleh korteks adrenal dan hormon juga berkerja pada ginjal, menyebabkan penurunan eksresi garam dam air
Maka dapat disimpulkan peranan system renin –angiotensin-aldosteron dalam pengaturan tekanan arteri jangka panjang yaitu :
1.     Vasokonstriksi
2.    meningkatkan sekresi aldosteron
3.    efek langsung pada ginjal yang meningkatkan pengeluaran ginjal


VI. BEBERAPA KEADAAN TEKANAN NADI YANG ABNORMAL

1.  Ateriosklerosis  : arteri menjadi berserabut kadang mengalami kalsifikasi sehingga mengakibatkan sangat berkurangnya ‘compliance’ arteri dan juga mengakibatkan sangat meningkatnya tekanan nadi.
2.    Regurgitasi Aorta  :  bocornya kutub aorta,  banyak darah yang dipompa kedalam aorta selama sistole mengalir kembali ke ventrikel kiri selama diastole. Tetapi aliran balik ini dikompensasi oleh pengeluaran isi sekuncup  yang jauh lebih besar daripada normal selama sistole sehingga tekanan nadi sangat meningkat.
3.  Duktus Arteriosus Patent :  duktus arteriosus yang membawa darah dari arteria pulmonalis ke aorta sewaktu masa fetal, gagal menutup setelah lahir. Sehingga darah mengalir kembali dari aorta melalui duktus yang terbuka ke arteria pulmonalis, mengizinkan aliran darah yang sangat cepat keluar dari batang arteri setelah tiap denyutan jantung dan sangat menurunkan tekanan diastolik. Sebaliknya takanan sistolik meningkat jauh.
4.    Peredaman denyut tekanan didalam arteri kecil dan arteriol  : denyut tekanan jadi kurang kuat ketika melalui arteri kecil dan arteriol, sampai ia menjadi hampir tidak ada di dalam kapiler.
5.    Hipertensi  / tekanan darah tinggi  : disebabkan faktor-faktor yang meningkatkan tekanan kurva produksi urina.
Hipertensi dapat terjadi karena :
a.    Hipertensi dengan beban volume
Hipertensi yang disebabkan oleh masukan air dan garam yang berlebihan pada penderita dengan masa ginjal sedikit. Pada jenis ini dapat terjadi kemungkinan hipertensi dengan beban volume pada penderita yang tidak mempunyai ginjal tapi dipetahankan dengan ginjal buatan .
b.    Hipertensi vasokonstriktor 
Hipertensi yang disebabkan oleh infus angiotensin II yang kontinu atau oleh tumor yang mengeksresikan renin.
 c.    Hipertensi Goldblatt
d.    Hipertensi Neurogenik
e.    Hipertensi yang disebabkan aldosteronisme primer
f.    Hipertensi essensial

Efek hipertensi pada tubuh :
1.     peningkatan beban kerja jantung
2.    kerusakan arteri karena tekanan berlebihan

Dua jenis kerusakan terpenting yang terjadi pada hipertensi
1.     pendarahan serebrum, yang berarti pendarahan dari suatu pembuluh serebral dengan akibat kerusakan jaringan otak setempat yang menyebabkan stroke
2.    pendarahan dari pembuluh darah di dalam ginjal, yang merusak sebagian besar ginjal sehingga menyebabkan kemunduran fungsi ginjal ecara progresif dan lebih mengeksaserbasi hipertensi.
 
DAFTAR PUSTAKA

 Alvarez, walter c. ,1953; How To Live With Your Blood Pressure ;  2nd edition ;Wilcox and tollet company, Chicago, USA

Ganong, william f.,1973; Review of Medical Physiology ; 6th edition , Maruzen publishing ,Tokyo,Japan

Guyton, Arthur c,1990., Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit  (Human physiology and Mechanism of Disease), alih bahasa Petrus Adrianto, edisi 3, EGC, Jakarta 

Nangsari, nyanyu syamsiar,1988, Pengantar Fisiologi Manusia, Departemen pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Perguruan Tinggi, edisi XIV, Jakarta.

1 komentar:

  1. What is a casino? - Goyangfc.com
    As one of the biggest 폰타나 벳 sportsbooks in the world, 벳 센세이션 Goyang Casino is renowned for being a 폰타나 벳 well-established 인천 휴게텔 brand. They offer the 먹튀사이트먹튀프렌즈 most advanced online gambling

    BalasHapus